Kategori
Uncategorized

PERTEMUAN 4 MATA KULIAH PERMODELAN PERANGKAT LUNAK BAGIAN 4

Pada PERTEMUAN 4 MATA KULIAH PERMODELAN PERANGKAT LUNAK BAGIAN 4 akan membahas sambungan materi ” Apakah model proses perangkat lunak?”

Model Incremental

Dalam model Incremental ini proses pengerjaan perangkat lunak akan dilakukan perbagian sehingga bagian selanjutnya akan dikerjakan setelah bagian awal telah selesai dan selanjutnya sampai menghasilkan perangkat lunak yang lengkap dengan semua fungsi yang diperlukan dan pengerjaan perangkat lunak berakhir. Sebelum pengerjaan perangkat lunak akan dilakukan perancangan arsitektur software sebagai kerangka dalam pengerjaan perbagian.

Kelebihan Model Incremental :

  1. Resiko yang rendah pada pengembangan sistem.
  2. Mengutamakan fungsi-fungsi pada sistem perangkat lunak sehingga kemudahan pemakaian sistem yang paling di utamakan. 
  3. Tahap awal adalan dasar dari pembuatan tahap berikutnya (dikerjakan secara terurut).
  4. Cocok digunakan bila pembuat software tidak banyak/kekurangan pembuat
  5. Mampu mengakomodasi perubahan kebutuhan customer. 
  6. Mengurangi trauma karena perubahan sistem. Klien dibiasakan perlahan-lahan menggunakan produknya bagian per bagian.
  7. Memaksimalkan pengembalian modal investasi konsumen. 

Kekurangan Model Incremental :

  1. Hanya akan berhasil jika tidak ada staffing untuk penerapan secara menyeluruh.
  2. Penambahan staf dilakukan jika hasil incremental akan dikembangkan lebih lanjut.
  3. Hanya cocok untuk proyek dengan skala kecil.
  4. kemungkinan tiap bagian tidak dapat diintegrasikan.

Contoh Studi Kasus:

Dalam sebuah software, adanya sebuah Graphical User Interface akan jauh lebih memudahkan pengguna software untuk berinteraksi dengan software, dikarenakan tampilan GUI akan jauh lebih meminimalkan kesalahan penggunaan dari user daripada pada aplikasi yang berbasis console. Selain itu, aplikasi yang menggunakan GUI akan jauh lebih menarik dan user-friendly daripada aplikasi yang berbasis consoleAplikasi yang akan dibuat adalah aplikasi yang akan dijalankan pada perangkat mobile (handphone), karena memang aplikasi mobile banking lebih ditujukan untuk mengimbangi mobilitas seseorang dengan tetap dapat melaksanakan aktifitas perbankan. aplikasi disini bukanlah aplikasi besar yang berlevel enterprise, sehingga baris kodennya juga tidak terlalu banyak.Software yang nantinya dikembangkan haruslah memenuhi beberapa kriteria diantaranya : aplikasinya tidak membutuhkan resource yang besar, dapat berjalan di perangkat mobile, kecepatan proses transaksi haruslah cepat, aplikasi nantinya bisa dikembangkan lebih lanjut untuk mengimbangi kebutuhan pengguna software.

Model Evolusi

Model evolusi adalah sebuah model yang berulang-ulang. Model ini memiliki karakteristik yang memungkinkan para programmer mengembangkan perangkat lunaknya menjadi semakin lengkap di tiap versinya. Model ini diterapkan karena persyaratan (requierement) sering berubah sehingga hasil akhir dari sebuah produk tidak akan realistis, dimana edisi komplit dari produk tersebut mustahil dikeluarkan dikarenakan deadline market yang begitu ketat. Oleh karena itu lebih baik mengeluarkan versi limited untuk memperkenalkannya terlebih dahulu dan programmer dapat membuat model dari sebuah design untuk mengakomodasikan produk, yang secara bertahap akan diselesaikan dari waktu ke waktu.

Kelebihan Model Evolusi :

  1. Meningkatkan kemampuan memimpin dan mengatur sesuatu dengan pengembangan diri.
  2. Menciptakan suasana yang sadar akan kualitas suatu produk.
  3. Fungsi inti dari quality control dalam perusahaan besar pada tingkat lokakarya.
  4. Meningkatkan kebersamaan untuk mencapai suatu hasil dan semangat kerja karyawan.
  5. Meningkatkan kualitas dengan biaya efektif.
  6. Membebaskan manajemen.
  7. pekerja Shop Floor adalah lokasi terbaik untuk mengidentifikasi masalah.

Kekurangan Model Evolusi :

  1. Intensitas pekerjaan meningkat karena masalah akan lebih banyak dari pada yang diperkirakan.
  2. Manajemen perlu berkomitmen untuk sistem yang berkualitas, jika sebuah solusi dari sebuah masalah tidak dapat diterapkan maka itu bisa membuat frustasi para pekerja.
  3. Dapat memiliki efek negatif pada hubungan industrial.
  4. Dapat fokus pada masalah duniawi. 

Contoh studi kasus:


Proyek SITINA dimulai dengan kebutuhan terhadap suatu sistem EDM utilitas yang harus melalukan pemantauan dengan mudah, benar-benar otomatis,pada pembangkit listrik tenaga air . Tujuan utama adalah untuk mengembangkan aplikasi dengan biaya rendah yang memungkinkan dewan direksi untuk memonitor pembangkit listrik tersebut dan mengambil data statistik pada produksi mereka.
Hal ini tidak dalam melingkupi penjelasan rinci tentang SITINA . Namun, seperti yang dapat kita lihat dari akhir arsitektur umum pada Gambar 1, kita berhadapan dengan sistem yang kompleks dengan SCADA/EMS2 yang terbentuk dari penggunaan banyak teknologi dari beberapa produk-produk perangkat lunak yang berbeda.

Kategori
Uncategorized

PERTEMUAN 3 MATA KULIAH PERMODELAN PERANGKAT LUNAK BAGIAN 3

Pada PERTEMUAN 3 MATA KULIAH PERMODELAN PERANGKAT LUNAK BAGIAN 3 ini akan dibahas “Apa yang dimaksud dengan proses perangkat lunak?” dan ” Apakah model proses perangkat lunak?”

  • Apa yang dimaksud dengan proses perangkat lunak?

Proses perangkat lunak merupakan proses bagaimana sebuah perangkat lunak itu dapat terbentuk yang dilakukan oleh perekayasa perangkat lunak, proses proses tersebut diantaranya adalah :


A. Proses spesifikasi perangkat lunak. Pada proses ini fungsi,kemampuan operasi perangkat lunak yang akan dibuat harus diketahui terlebih dahulu.


B.Proses pengembangan perangkat lunak. Setelah diketahui fungsi  serta kemampuan perangkat lunak yang akan dibuat selanjutnya perangkat lunak yang telah memenuhi spesifikasi diproduksi.


C. Proses validasi perangkat lunak. Pada proses validasi ini perangkat lunak yang telah diproduksi akan divalidasi sebagai bukti perangkat lunak yang diproduksi berguna sesuai kebutuhan yang diperlukan.


D. Evolusi perangkat lunak. Dengan berkembangnya jaman perangkat lunak yang sudah diproduksipun haruslah berevolusi agar tetap dapat berguna untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

  • Apakah model proses perangkat lunak?

Model proses perangkat lunak merupakan cara untuk memproses sebuah perangkat lunak dari nol menjadi sebuah perangkat lunak yang siap untuk digunakan. Berikut merupakan beberapa contoh model proses perangkat lunak yang biasa digunakan

Model Waterfall

Model Waterfall merupakan salah satu model untuk perencanaan dari sebuah Perangkat Lunak. Model Waterfall adalah salah satu model klasik yang bersifat sistematis. Mengapa disebut sistematis ? Karena model ini dikerjakan secara berurutan. Penggunaan model ini dalam penerapan di kehidupan sehari-hari sangatlah memakan waktu dan sangat sedikit dipakai membuat software. Namun model ini cocok untuk bisnis kecil.

Kelebihan Model Waterfall :

  1. Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
  2. Cocok untuk sistem software yang bersifat generik.
  3. Pengerjaan projek sistem akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.

Kekurangan Model Waterfall :

  1. Persyaratan sistem harus digambarkan dengan jelas.
  2. Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah ubah
  3. Sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan

Contoh Studi Kasus :

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, telah mempengaruhi aktivitas perpustakaan dalam pengolahan informasi. Perpustakaan dapat diibaratkan sebagai satu kesatuan. Dalam artian, sebuah perpustakaan merupakan satu kesatuan sistem yang saling mempengaruhi satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu. Tetapi dengan pertumbuhan sebuah perpustakaan, ada kalanya suatu sistem pada sebuah perpustakaan menjadi tidak efektif dan efisien dalam menangani permasalahan yang muncul. Seperti misalnya, kebutuhan pengolahan data yang semakin meningkat, aturan pengolahan data yang semakin bervariasi, aturan dari dalam atau luar perpustakaan, dapat digunakan sebagai indikator adanya permasalahan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan suatu sistem yang dapat mendukung operasi yang bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu perpustakaan demi tercapainya tujuan, sebuah sistem yang dinamakan sistem informasi.

Model Spiral

Model spiral (spiral model) adalah model pengembangan software dimana proses digambarkan sebagai spiral. Setiap loop akan mewakili satu fase dari proses pembuatan/perancangan software. Loop paling dalam berfokus pada kelayakan dari sistem, loop selanjutnya tentang definisi dari kebutuhan, loop berikutnya berkaitan dengan desain sistem dan seterusnya, seperti gambar berikut:

Kelebihan Model Spiral :

A. Setiap tahap pengerjaan dibuat prototyping sehingga kekurangan dan apa yang diharapkan oleh client dapat diperjelas dan juga dapat menjadi acuan untuk client dalam mencari kekurangan kebutuhan.

B. Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.

C. Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkat lunak komputer. 

D. Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses.

E. Menggunakan prototipe sebagai mekanisme pengurangan resiko dan pada setiap keadaan di dalam evolusi produk.

F. Tetap mengikuti langkah-langkah dalam siklus kehidupan klasik dan memasukkannya ke dalam kerangka kerja iteratif.

G. Membutuhkan pertimbangan langsung terhadap resiko teknis sehingga mengurangi resiko sebelum menjadi permaslahan yang serius. 

Kekurangan Model Spiral :

A. Banyak konsumen (Client) tidak percaya bahwa pendekatan secara evolusioner dapat dikontrol oleh kedua pihak. 

 B. Model spiral mempunyai resiko yang harus dipertimbangkan ulang oleh konsumen dan developer.

C. Memerlukan tenaga ahli untuk memperkirakan resiko, dan harus mengandalkannya supaya sukses.

D. Belum terbukti apakah metode ini cukup efisien karena usianya yang relatif baru.

E. Memerlukan penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi masalah yang serius jika resiko mayor tidak ditemukan dan diatur.

F. Butuh waktu lama untuk menerapkan paradigma ini menuju kepastian yang absolute.

  • Contoh Studi Kasus :

Sidik jari (bahasa Inggris: fingerprint) adalah hasil reproduksi tapak jari baik yang sengaja diambil, dicapkan dengan tinta, maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah tersentuh kulit telapak tangan atau kaki. Kulit telapak adalah kulit pada bagian telapak tangan mulai dari pangkal pergelangan sampai kesemua ujung jari, dan kulit bagian dari telapak kaki mulai dari tumit sampai ke ujung jari yang mana pada daerah tersebut terdapat garis halus menonjol yang keluar satu sama lain yang dipisahkan oleh celah atau alur yang membentuk struktur tertentu. Identifikasi sidik jari, dikenal dengan daktiloskopi adalah ilmu yang mempelajari sidik jari untuk keperluan pengenalan kembali identitas orang dengan cara mengamati garis yang terdapat pada guratan garis jari tangan dan telapak kaki. Daktiloskopi berasal dari bahasa Yunani yaitu dact ylos yang berarti jari jemari atau garis jari, dan scopein yang artinya mengamati atau meneliti. Kemudian dari pengertian itu timbul istilah dalam bahasa Inggris, dactyloscopy yang kita kenal menjadi ilmu sidik jari. Fleksibilitas dari gelombang pada kulit berarti tidak ada dua sidik jari atau telapak tangan yang sama persis pada setiap detailnya. Pengenalan sidik jari melibatkan seorang pakar, atau sebuah sistem pakar komputer, yang menentukan apakah dua sidik jari berasal dari jari. 
Identifikasi berdasarkan sidik jari adalah daerah aktif penelitian di biometrik menerapkan berbagai umum dan teknik kode domain-spesifik optimasi untuk secara efisien melaksanakan tahap pendaftaran, yang mengambil sebagai masukan serangkaian gambar sidik jari dan menghasilkan diadaptasi packet pohon dan template wavelet domain yang terkait. Itu kode untuk identifikasi sebenarnya kemudian dihasilkan automati-Cally dari deskripsi matematika. Algoritma identifikasi sidik jari kembali quires perhitungan matematika yang berat, sehinggasatu al-gorithm bisa memiliki runtimes berbeda tergantung pada Implementasi algoritma. Algoritma ini terdiri dari 2 tahap, tahap pelatihan dan tahap verifikasi. Namun penting untuk memiliki efisien pelaksanaan tahap pelatihan untuk memungkinkan pengembang algoritma untuk dengan cepat menjalankan dan menguji uji beda kasus. Tahap verifikasi dilakukan secara on-line sehingga itu perlu secepat mungkin. Kualitas sidik jari sistemidentifikasi tidak hanya tergantung pada keakuratan.

Kategori
Uncategorized

PERTEMUAN 2 MATA KULIAH PERMODELAN PERANGKAT LUNAK BAGIAN 2

Pada PERTEMUAN 2 MATA KULIAH PERMODELAN PERANGKAT LUNAK BAGIAN 2 ini membahas “Apa perbedaan Rekayasa Perangkat Lunak dengan Ilmu Komputer?” dan “Apa perbedaan rekayasa perangkat lunak dengan rekayasa sistem?”

  • Apa perbedaan Rekayasa Perangkat Lunak dengan Ilmu Komputer?

Perbedaan antara rekayasa perangkat lunak dengan ilmu komputer sudah terlihat dari Bahasa Inggrisnya rekayasa perangkat lunak dalam Bahasa Inggris disebut sebagai software engineering , sedangkan ilmu komputer dalam bahasa inggris disebut science. Dari segi ilmu yang dipelajari rekayasa perangkat lunak merupakan bidang ilmu yang mempelajari tentang perangkat lunak, sedangkan ilmu komputer mempelajari tentang komputasi, perangkat keras, serta beragam topic yang berkaitan dengan komputer.serta ilmu komputer lebih menekankan pada pemrograman komputer sedangkan rekayasa perangkat lunak tidak. Selain itu rekayasa perangkat lunak lebih mengedepankan prakteknya, sedangkan ilmu komputer lebih mengedepankan teori.

  • Apa perbedaan rekayasa perangkat lunak dengan rekayasa sistem?

Perbedaan antara rekayasa perangkat lunak dengan rekayasa sistem adalah apabila rekayasa sistem itu merupakan sebuah kumpulan komponen, konsep, serta alat bantu untuk merancang dan menginstalasi sebuah sistem perangkat lunak, sedangkan rekayasa perangkat lunak itu merupakan ilmu yang mempelajari tentang segala aspek perangkat lunak, seperti cara-cara pengembangan, pemeliharaan , pembuatan, serta manajemen kualitas perangkat lunak. Jadi dapat disimpulkan bahwa rekayasa perangkat lunak merupakan bagian dari rekayasa sistem karena RPL ilmu yang mempelajari tentang pembuatan perangkat lunak sedangkan rekayasa sistem merupakan kumpulan komponen, konsep, serta alat bantu untuk merancang dan menginstalasi perangkat lunak.

Kategori
Uncategorized

PERTEMUAN 7 MATA KULIAH PERMODELAN PERANGKAT LUNAK BAGIAN 7

Pada PERTEMUAN 7 MATA KULIAH PERMODELAN PERANGKAT LUNAK BAGIAN 7 membahas tentang ” Apa yang dimaksud dengan CASE(Computer Aided Software Engineering)? ” dan ” Apa tantangan kunci yang dihadapi Rekayasa Perangkat Lunak? ”

Apa yang dimaksud dengan CASE(Computer Aided Software Engineering)?

Yang dimaksud dengan CASE(Computer Aided Software Engineering) adalah serangkaian aplikasi dan metode untuk perangkat lunak yang otomatis dapat memberikan dukungan untuk kegiatan proses perangkat lunak. Ada dua jenis CASE yaitu upper-CASE yaitu alat untuk mendukung kegiatan proses awal persyaratan dan lower-CASE yaitu alat yang mendukung kegiatan yang selanjutnya seperti pemrograman, pengujian , debugging.10. Apakah atribut perangkat lunak yang baik?Atribut perangkat lunak yang baik diantaranya :

A. Maintainability yaitu perangkat lunak harus bisa di pelihara demi memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin lama menginginkan kemudahan.

B. Dependability, yaitu perangkat lunak harus dapat diandalkan dan dipercaya dan tidak mengecewakan penggunanya.

C. Acceptability, yaitu perangkat lunak yang sudah diproduksi harus diterima sepenuhnya oleh pengguna yang memesannya. Ini berarti perangkat harus dapat dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna.

D. Usability , perangkat lunak yang harus dapat digunakan sesuai dengan fungsi awal yang telah ditentukan oleh penggunanya

.E. Efisien, yaitu perangkat lunak haruslah efisien baik dalam penggungannya maupun sumber daya yang digunakan.

Apa tantangan kunci yang dihadapi Rekayasa Perangkat Lunak?

Tantangan kunci yang dihadapi rekayasa perangkat lunak diantaranya :

A. Tantangan pengiriman, yaitu tantangan untuk mempercepat waktu pengiriman perangkat lunak tanpa mengurangi kualitas sistemnya.

B. Tantangan pemeliharaan, yaitu tantangan dalam melakukan pemeliharaan dan peng-updatean perangkat lunak agar biaya yang digunakan dapat di minimalisir sesedikit mungkin.

 C. Tantangan heterogenitas , yaitu tantangan dalam pengembangan untuk membangun perangkat lunak yang dapat diandalkan dan flexible untuk menghadapi heterogenitas yang ada.

D. Adanya killer application yang bisa lebih dikostumisasi, interaktif, dinamis, dan penuh gaya

E. User power an authority, dimana pengguna bisnis dan pengguna individu adalah pihak yang lebih kuat, berpengalaman dan selektif.

F. Adanya market share dimana pesaing menjadi lebih agresif, dan inovatif.

Kategori
Uncategorized

PERTEMUAN 9 MATA KULIAH SISTEM KOMPUTER BAGIAN 1

Pada PERTEMUAN 9 MATA KULIAH SISTEM KOMPUTER BAGIAN 1 akan dibahas materi PENGENALAN ASK

Kategori
Uncategorized

PERTEMUAN 1 MATA KULIAH PERMODELAN PERANGKAT LUNAK BAGIAN 1

Pada materi kali ini, saya terlebih dahulu ingin membahas “Apa itu Perangkat Lunak?” dan “Apa itu Rekayasa Perangkat Lunak?”

  • Apa itu perangkat lunak?

Perangkat lunak merupakan program komputer yang berfungsi menghubungkan antara pengguna dan komputer yang digunakan. dapat dibilang perangkat lunak merupakan sebagai media penerjemah perintah yang diberikan oleh pengguna kepada komputer untuk selanjutnya diproses melalui perangkat keras komputer tersebut.Perangkat lunak umumnya digunakan untuk mengontrol perangkat keras yang biasa disebut sebagai device driver, melakukan proses penghitungan, berinteraksi dengan perangkat lunak yang lebih mendasar lainnya, seperti sistem operasi dan bahasa pemrograman.

Secara umum ada tiga jenis perangkat lunak yang diketahui hingga saat ini yaitu sistem operasi yang merupakan sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan perangkat keras komputer. Kedua yaitu perangkat lunak bahasa pemrograman seperti java. Dan yang ketiga yaitu perangkat lunak aplikasi yang merupakan penrangkat yang digunakan untuk membantu dan memudahkan pekerjaan seseorang misalnya saja Microsoft Excel, Word, dan Power Point Apa itu Rekayasa Perangkat Lunak?

  • Apa itu Rekayasa Perangkat Lunak?

Rekayasa atau teknik merupakan penerapan ilmu dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan manusia. Hal ni diselesaikan lewat pengetahuan, matematika, dan pengalaman praktis yang diterapkan untuk mendesain objek atau proses yang berguna. Para praktisi teknik professional disebut perekayasa.

Rekayasa perangkat lunak atau Software engineering dalam bahasa inggris merupakan bidang ilmu yang mempelajari tentang segala aspek perangkat lunak, seperti cara-cara pengembangan, pemeliharaan , pembuatan, serta manajemen kualitas perangkat lunak.

Rekayasa perangkat lunak jugamerupakan disiplin rekayasa dengan perangkat lunak yang dikembangkan. Biasanya proses melibatkan penemuan pada keinginan klien, menyusunnya didalam daftar kebutuhan, merangcang arsitektur yang mampu mendukung semua kebutuhan, perancangan, pengodean, pengujian, dan pengintegrasian bagian yang terpisah, menguju keseluruhan, penyebaran, dan pemeliharaan perangkat lunak.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai