Kategori
Uncategorized

SIMULASI DIGITAL DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Secara Umum, simulasi adalah suatu cara untuk menduplikasi atau menggambarkan ciri, tampilan, dan karakteristik dari suatu sistem yang nyata. Ide tersebut berawal dari simulasi adalah untuk meniru situasi dunia nyata yang dilakukan secara matematis, kemudian dengan mempelajari sifat dan karakter operasionalnya, dan pada akhirnya membuat suatu kesimpulan dan membuat keputusan yang didasarkan pada hasil dari simulasi.

Dengan cara ini, sistem di dunia nyata tidak disentuh atau dirubah hingga keuntungan dan kerugian dari apa yang menjadi kebijakan utama suatu keputusan yang diuji cobakan dalam sistem model. Menurut Pusat Bahasa Depdiknas (2005) simulasi adalah satu metode pelatihan yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan (imakan) yang mirip dengan keadaan sesungguhnya.

Sedangkan pengertian digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa Yunani diartikan jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0. Olehnya itu, digital merupakan suatu penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner).

Menurut Muntoha dkk, (2010: 195) bahwa pengertian simulasi digital adalah perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan telah menggeser suatu penyampaian materi dengan metode ceramah ke arah penggunaan media pembelajaran.

Simulasi digital merupakan salah satu mata pelajaran baru semua kompetensi keahlian pada kurikulum 2013, juga merupakan kompetensi sebagai suatu keahlian dalam TKJ (Teknik Jaringan Komputer)

Pembelajaran Simulasi Digital adalah media pembelajaran yang digunakan untuk mengalami perkembangan dari media cetak dalam bentuk buku hingga media audio visual yang ditampilkan melalui suatu jaringan internet yang dapat diakses secara online. Internet mempunyai banyak fasilitas yang dipergunakan untuk terbentuknya suatu sistem pembelajaran yang baru atau yang kadang lebih populernya disebut dengan pembelajaran berbasis web atau e-learning.

Tujuan dari Simulasi Digital yang ialah mata pelajaran ini antara lain:
– Menanamkan sikap berbagi atau sharing kepada pihak lain.
– Pengetahuan dan keterampilan bagi segenap siswa untuk membentuk kreativitasnya dengan membuat jejaring informasi dengan pihak lain yang berfungsi meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.
– Memberikan gagasan atau klarifikasi produk terhadap suatu benda yang berasal dari hasil karya orang lain melaui perangkat media digital.

Terdapat beberapa macam manfaat dari Simulasi Digital sebagai suatu pola yang diterapkan, antara lain:
– Mempermudah pendidik atau guru dalam memberi materi kepada anakdidiknya.
– Hadirnya simulasi digital mempersembahkan manfaat dalam mempermudah proses kegiatan belajar mengajar.
– Mempermudah proses guru dalam mengajar.

Dimasa pandemi covid 19 saat ini, semua kegiatan diluar rumah dibatasi, hanya dalam keadaan mendesak saja orang dapat keluar rumah. Contoh keadaan mendesak yang mengharuskan kita keluar rumah yaitu berbelanja kebutuhan selama pandemi covid 19 seperti sembako, ataupun obat yang diperlukan. Ada beberapa yang menerapkan WFH (Work From Home) seperti pekerja kantoran, mahasiswa dan para siswa. Pada saat kita melaksanakan WFH, maka disitulah kita memanfaatkan fitur perangkat lunak pembelajaran kolaboratif daring seperti google classroom, discord, google meet, zoom, dan lain sebagainya. Pembelajaran jarak jauh menggunakan perangkat lunak pembelajaran kolaboratif daring ini biasa disebut E-Learning.

E-Learning merupakan singkatan dari Electronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Karakteristik E-learning menurut Nursalam (2008:135) adalah:
– Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
– Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
– Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
– Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

Manfaat dari E-Learning yaitu :
– Fleksibel. E-learning memberi fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses perjalanan.
– Belajar Mandiri. E-learning memberi kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajar.
– Efisiensi Biaya. E-learning memberi efisiensi biaya bagi administrasi penyelenggara, efisiensi penyediaan sarana dan fasilitas fisik untuk belajar dan efisiensi biaya bagi pembelajar adalah biaya transportasi dan akomodasi.

E-Learning tak hanya memiliki kelebihan, pasti juga memiliki kekurangan. Untuk menggunakan E-Learning tentunya harus tersedia fasilitas yang dibutuhkan misalnya laptop, komputer, smartphone dan lain sebagainya. Dan tak lupa dibutuhkan jaringan/sinyal yang kuat untuk menggunakan aplikasi E-Learning tersebut. Sinyal/jaringan yang buruk dapat membuat pembelajaran daring kita terganggu.

Aplikasi E-Learning ada banyak macam, ada yang aplikasinya menggunakan fitur video call dan voice call , ada yang hanya menggunakan voice call, ada yang berupa web saja, dan lain sebagainya.

Selain dimanfaatkan untuk pembelajaran jarak jauh dimasa pandemi covid 19 ini, digunakan juga untuk menghubungi keluarga yang jauh khusunya para perantau yang tidak pulang atau yang jauh dari keluarganya. Dan masih banyak lainnya.

NAMA : ALFIAH PUTRI NURALAN
KELAS : PTIK D 2018
NIM : 1829041029
-Pembuatan Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas Media Pembelajaran Kls PTIK D 2018-

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai